Teks Doa Shalat Istikharah (Panduan Pilihan) & Wirid Shalat Dhuha
Panduan Lengkap Doa & Tata Cara Shalat Istikharah serta Dhuha
Bagian 1: Panduan Lengkap Shalat Istikharah
Shalat Istikharah disunnahkan bagi seseorang yang dihadapkan pada suatu pilihan (keraguan antara dua perkara mubah) agar Allah memilihkan jalan yang terbaik.
Dalil Pensyariatan:
Dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata: “Rasulullah ﷺ biasa mengajarkan kepada kami cara shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami surah dari Al-Qur'an...” (HR. Bukhari No. 1166).
1. Tata Cara Ringkas
- Niat shalat istikharah dua rakaat secara mutlak (di luar waktu terlarang shalat).
- Pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surah pendek (dianjurkan surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua).
- Setelah salam, duduk dengan khusyuk, memuji Allah (membaca hamdalah), bershalawat kepada Nabi ﷺ, lalu membaca doa istikharah.
2. Teks Doa Shalat Istikharah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ.
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ [sebutkan urusannya] خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ
Latin: Allaahumma inni astakhiiruka bi 'ilmika, wa asta-qdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadlikal 'azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra [sebutkan urusannya] khairun lii fii diinii wa ma'aasyi wa 'aqibati amrii -au qala: 'ajili amrii wa ajilih- faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma'aasyi wa 'aqibati amrii -au qala: 'ajili amrii wa ajilih- fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu, wa aqdur liial khaira haitsu kaana tsumma ardinii bihi.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah baik bagiku pada agama, penghidupan, dan akibat urusanku... maka takdirkanlah ia bagiku, mudahkanlah urusannya... Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, maka palingkanlah ia dariku..."
Bagian 2: Wirid dan Doa Shalat Dhuha
Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari ketika matahari mulai naik (pukul 07.00 hingga menjelang dzuhur). Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal 8 atau 12 rakaat.
Dalil Keutamaan Dhuha:
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah ﷺ) berwasiat kepadaku dengan tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan agar aku shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari No. 1178 dan Muslim No. 721).
1. Doa Khusus Selepas Shalat Dhuha
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Latin: Allaahumma innadh-duhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa-i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu'siran fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba'iidan fa qarribhu, bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan- kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, maka turunkanlah; jika berada di bumi, maka keluarkanlah; jika sukar, maka mudahkanlah; jika haram, maka sucikanlah; jika jauh, maka dekatkanlah..."
2. Wirid / Dzikir yang Dianjurkan saat Shalat Dhuha
Anda juga dapat memperbanyak istighfar atau doa ampunan di sela-sela sujud terakhir atau setelah shalat Dhuha, berdasarkan hadis riwayat Aisyah ra bahwa Rasulullah ﷺ pernah membaca doa ini sebanyak 100 kali dalam satu majelis:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Rabbigh-firrii wa tub 'alayya, innaka antat-tawwabur-rahiim.
Artinya: "Ya Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi).
Refleksi Qolbu:
Melakukan shalat Istikharah dan Dhuha adalah bentuk kepasrahan total seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ketika kita menyerahkan segala urusan kepada Allah dan memohon kelancaran rezeki melalui Dhuha, hati akan senantiasa diliputi ketenangan dan ridha atas apa pun ketetapan-Nya.